Dua puluh lima tahun merajut iman dan ilmu kedokteran untuk memulihkan sesama dengan cinta kasih Kristiani.
Komunitas Medik Katolik Indonesia (KMKI) resmi didirikan pada 11 Februari 2001, bertepatan dengan peringatan Hari Orang Sakit Sedunia yang dicanangkan oleh Santo Paus Yohanes Paulus II. Pendirian organisasi ini berawal dari kerinduan mendalam para dokter, dokter spesialis, dan rohaniwan Katolik di Indonesia untuk memiliki sebuah wadah persekutuan iman, refleksi etis, dan karya nyata di bidang kesehatan.
Dalam perkembangannya, KMKI bertumbuh pesat dan kini telah memiliki perwakilan di 20 wilayah Keuskupan di seluruh Indonesia, bekerja sama erat dengan Komisi Kesehatan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), rumah sakit Katolik (seperti RS St. Carolus, RS Sint Carolus Borromeus, RS Vincentius a Paulo), serta institusi pendidikan kedokteran seperti FKIK Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Salib Kristus emas diapit ular Asclepius kedokteran dengan latar bola dunia dan peta kepulauan Indonesia, mencerminkan komitmen pelayanan medis yang berakar pada kasih Kristus bagi seluruh tumpah darah Indonesia.

Doa rosario dan spiritualitas mendasari kecanggihan teknologi kesehatan, kedokteran presisi, dan kecerdasan buatan dalam menyelamatkan nyawa manusia.
"Menjadi komunitas medik Katolik yang unggul, tangguh, dan berakar kuat dalam iman Kristiani, serta terdepan dalam pelayanan kesehatan yang berkeadilan, bermartabat, dan penuh belarasa bagi seluruh masyarakat Indonesia."
KMKI memegang teguh martabat kehidupan manusia sejak konsepsi pembuahan hingga kematian alamiah (*from conception to natural death*). Kami mengkaji isu kontemporer seperti etika kecerdasan buatan klinis, transplantasi organ, perawatan paliatif, dan metode kesadaran fertilitas alami (FABMs).